SINTANG, NN — Pemerintah Kabupaten Sintang mengajak mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kapuas Raya (STIKARA) Sintang untuk ikut berperan dalam mencegah penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kabupaten Sintang.
Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, saat mewakili sekaligus membacakan sambutan Bupati Sintang pada pembukaan Studium Generale Mahasiswa Baru STIKARA Tahun Akademik 2026/2027, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Stop Infeksi Menular Seksual di Bumi Senentang, Stikara Muda, Cerdas dan Bebas Risiko” tersebut berlangsung di Gedung STIKARA Sintang dan dihadiri pimpinan STIKARA, narasumber, mahasiswa baru serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Helmi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru STIKARA. Ia berharap masa perkuliahan tidak hanya menjadi jalan untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi proses membentuk generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Menurutnya, memasuki dunia perguruan tinggi berarti mahasiswa mulai menghadapi fase kehidupan yang menuntut kemandirian dalam menentukan berbagai pilihan. Karena itu, mahasiswa harus mampu mengambil keputusan dengan bijak serta bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang dibuat.
Helmi menekankan bahwa IMS merupakan persoalan kesehatan yang harus mendapat perhatian serius. Upaya pencegahannya membutuhkan pengetahuan yang tepat, kesadaran menjaga diri serta perilaku yang bertanggung jawab.
Ia berharap mahasiswa STIKARA tidak sekadar memahami ilmu kesehatan secara akademis, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Tenaga kesehatan yang baik bukan hanya mampu memberikan pengobatan kepada orang yang sakit, tetapi juga mampu memberikan edukasi agar masyarakat dapat mencegah penyakit. Pendidikan tentang kesehatan harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Helmi juga mengingatkan mahasiswa baru agar mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan. Menurutnya, meningkatnya rasa ingin tahu dan semakin luasnya lingkungan pertemanan harus diimbangi dengan kemampuan membedakan hal yang baik dan berisiko.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh tekanan pergaulan dan tidak mengambil keputusan yang dapat mengganggu masa depan.
“Jaga diri, kesehatan dan pergaulan. Kalian datang ke STIKARA membawa harapan orang tua dan keluarga. Karena itu, jagalah kepercayaan tersebut dan persiapkan masa depan dengan baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Helmi mengatakan kecerdasan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik. Menurutnya, mahasiswa yang cerdas juga mampu menentukan batasan dalam pergaulan dan berani menolak berbagai tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri.
Ia mengajak mahasiswa untuk berani mengatakan tidak terhadap perilaku berisiko serta memilih kehidupan yang sehat dan bermartabat.
“Mahasiswa yang cerdas bukan hanya yang memperoleh nilai tinggi, tetapi juga yang mampu menentukan pilihan. Berani berkata tidak terhadap perilaku berisiko dan berani memilih jalan hidup yang sehat demi masa depan,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sintang berharap mahasiswa kesehatan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan IMS sekaligus menjadi generasi muda yang mampu memberikan edukasi kesehatan secara positif di tengah masyarakat.












