SINTANG, NN – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Yustinus, menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak dalam pembangunan sumber daya manusia dan peradaban. Pernyataan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam kegiatan peringatan Hari Guru Nasional, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran penting guru dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Menurut Yustinus, tanpa guru, tidak mungkin ada pejabat tinggi, profesional, maupun pemimpin masa depan. Guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, intelektual, serta moral anak didik yang kelak akan memimpin bangsa. Karena itu, guru bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga pendidik dan pembimbing yang memengaruhi kualitas masyarakat secara luas.
“Guru adalah fondasi utama pembangunan manusia. Tanpa guru, tidak mungkin ada pejabat tinggi, ilmuwan, profesional, dan pemimpin bangsa. Mereka adalah ujung tombak pendidikan, sekaligus pilar pembentuk karakter bangsa,” tegas Yustinus.
Yustinus juga menekankan bahwa peran guru tidak terbatas pada pengajaran di kelas. Guru berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, disiplin, tanggung jawab, dan semangat kerja keras. Ia menilai bahwa kualitas pendidikan di suatu daerah sangat bergantung pada kualitas gurunya, sehingga perhatian dan penghargaan terhadap guru menjadi hal yang sangat penting.
Selain itu, Yustinus mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung guru, bukan hanya pada momen Hari Guru Nasional, tetapi setiap hari. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan guru, pemberian fasilitas memadai, serta partisipasi aktif dalam program pendidikan.
“Memberikan penghargaan kepada guru berarti memberi penghargaan kepada masa depan bangsa. Kita harus memastikan mereka memiliki sarana, kompetensi, dan motivasi untuk mendidik anak-anak dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Dalam konteks pembangunan Kabupaten Sintang, Yustinus menegaskan bahwa guru juga berperan sebagai agen perubahan sosial. Mereka tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga membimbing masyarakat melalui pendidikan karakter dan pengembangan budaya literasi. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan guru berkontribusi langsung terhadap kemajuan daerah.
“Guru adalah aset strategis bangsa. Oleh karena itu, kita wajib mendukung mereka, menghargai jasa mereka, dan memastikan mereka mampu menjalankan perannya dengan baik. Masa depan Sintang dan bangsa ini sangat bergantung pada kualitas guru kita,” pungkas Yustinus.












